KARANG COPONG TREKKING PATH

HALAMAN BELAKANG KAMI YANG MENAKJUBKAN

Pulau Peucang ditutupi oleh hutan hujan tropis yang sangat lebat. Pengunjung dapat menikmati keindahan dan keasrian hutan Pulau Peucang dengan berjalan melintasi jalan setapak yang membelah pulau ini dari arah tenggara menuju barat laut. Berawal dari depan pintu kamar yang anda tempati di NIKKI Peucang Resort, akhir dari jalur trekking atau jalan setapak ini adalah pantai dengan karang besar yang disebut Karang Copong. Oleh sebab itu jalur trekking ini disebut sebagai jalur Karang Copong.

Panjang jalur ini sekitar 3 km dengan lebar 1 m. Dengan berjalan kaki santai, rata-rata pengunjung menempuh jalur ini selama 1 jam. Hampir sepanjang jalur adalah permukaan yang datar. Hanya terdapat satu tanjakan mudah di titik akhir. Sehingga, jika berminat anda bisa mengenakan sadal dan rok sepanjang perjalanan.

POHON KIARA

Pohon Kiara atau Pohon Beringin (Ara) Pencekik adalah pohon endemik yang dapat dengan mudah anda temui di sepanjang jalur trekking ini.

Pohon Kiata tumbuh dengan cara menempel pada pohon lainnya. Hidup tumbuhan ini bermula dari biji-bijian yang terbawa oleh monyet atau burung dan tertinggal di pucuk-pucuk pohon yang besar dan tinggi. Setelah bertunas, pohon Kiara yang memiliki nama latin Ficus annulata, menumbuhkan akarnya ke bawah dengan tetap menempel dan menyedot nutrisi inangnya. Ketika sulur akar sudah mencapai tanah, pohon Kiara siap menjadi pohon mandiri, sambil tetap menyedot nutrisi inang hingga pohon inang tersebut membusuk dan mati.

Ada pohon Kiara yang sangat besar di Pulau Peucang. Diameternya diperkirakan mencapai 20 meter. Pohon tersebut dipercaya sudah berusia lebih dari seratus tahun dan menjadi satu-satunya pohon yang selamat dari terjangan tsunami pada tahun 1883.

DENGARKAN NYANYIAN BURUNG

Terdapat ratusan jenis spesies burung yang hidup di Taman Nasional Ujung Kulon. Namun anda tidak perlu menjelajahi seluruh wilayah Taman Nasional Ujung Kulon yang luas untuk melihat banyak burung. Cukup menjelajah Pulau Peucang, anda mungkin bertemu dengan lebih dari 100 jenis burung yang hidup di pulau ini.

Rangkong badak (Buceros rhinoceros, merak hijau (Pavo munticus), raja udang (Todirhampus chloris), tekukur (Streptopelia chinensis) adalah sebagian jenis burung yang mudah ditemukan atau terdengar suaranya ketika anda melintasi jalan setapak menuju Karang Copong.

BERTEMU RUSA JANTAN

Selama musim kawin, yaitu bulan Agustus - November, para rusa jantan akan keluar dari hutan untuk mendekati kawanan rusa betina yang biasa berkumpul di pantai atau savana kecil di Pulau Peucang. Setiap rusa jantan akan berdengking dan bertarung untuk menarik perhatian rusa betina. Setelah musim kawin berakhir, rusa jantan akan kembali ke dalam hutan. Melintasi jalur Karang Copong adalah cara terbaik, jika anda ingin melihat rusa jantan yang memiliki tanduk indah namun anda berkunjung di luar musim kawin para rusa.

BINATANG UNIK LAINNYA

Ratusan monyet ekor panjang, rusa, biawak dan babi hutan hidup dengan nyaman di Pulau Peucang dan sering terlihat di area pantai. Semua binatang yang berkeliaran di sekitar pantai umumnya tidak lagi terganggu dengan kehadiran manusia.

ADA APA DI KARANG COPONG?

Karang Copong artinya karang yang bolong. Di Karang Copong, terdapat bukit koral besar yang bagian tengahnya berlubang karena terkikis arus laut. Jika air laut pasang, bukit koral ini terpisah dari Pulau Peucang. Jika air laut surut, terdapat jalur yang menghubungkan Pulau Peucang dengan bukit karang. Karena menghadap ke arah barat, Karang Copong adalah salah satu lokasi terbaik untuk menikmati sunset di Pulau Peucang. Jika anda sangat hobi memancing, di lokasi ini anda juga dapat mencoba memancing dengan teknik casting.

Nikki Peucang Island Resort @ 2022

Open chat
Need help? Chat with us
Hello,
Can we help you?